Monday, May 7, 2012

Guillain-Barre syndrome (GBS)

Guillain-Barre syndrome (GBS) adl kmpln gejala akut radang saraf perifer yg mengalami demyelinisasi #SOtinjauan

Berikut adlh gambaran saraf perifer yg mengalami demyelinisasi. Courtesy of: Brown University #SOtinjauan http://t.co/8gqGOIDa


Scr global, insiden GBS adlh 1-3/100,000 org. Dapat menyerang semua golongan usia. #SOtinjauan

GBS bermanifestasi sbg kelumpuhan motorik simetris & kehilangan refleks dgn/tanpa ggn sensorik atau otonom #SOtinjauan

Gejala khasnya dikenal dgn ascending paralysis: kelumpuhan diawali dari bgn distal tubuh ke bgn proksimal #SOtinjauan

Progresifitas gejala GBS terjadi dalam 1-4mg, #SOtinjauan

50% pasien jg mengeluhkan nyeri saat mencoba menggerakan otot yg lumpuh, nyeri jg bisa diikuti kram. #SOtinjauan

30% pasien akan membutuhkan bantuan napas dgn ventilator. #SOtinjauan

Gejala otonom: taki/bradikardia, wajah memerah, hipo/hipertensi mendadak, anhidrosis/diaphoresis #SOtinjauan

Kelemahan saraf fasial, terutama pd saraf VII, selain itu saraf VI, III, XII, V, IX, dan X. #SOTinjauan

Gejala srf fasial: lumpuh otot muka, otot mata, sulit menelan (disfagia), sulit berbicara (disartria). #SOtinjauan

Diagnosis ditegakkan dengan elektromiografi dan pemeriksaan cairan serebrospinal dgn protein (>0.55 g/dL). #SOtinjauan

Tabel tipe gbs http://t.co/4yqEs4Y8


Penyebab pasti tidak diketahui , namun 2/3 pasien mengalami ISPA dan GE akut sebelumnya. #SOtinjauan

Infeksi sal. napas dan gastrointestinal yg mendahului plg sering diakibatkan oleh bakteri Campilobacter jejuni. #SOtinjauan

Tatalaksana dengan plasmaferesis atau immunoglobulin intravena (IVIG) diberikan stlh diagnosis ditegakkan #SOtinjauan

Plasmaferesis merupakan metode penyaringan antibodi dari darah. #SOtinjauan

IVIG: 2g/kg per hari selama 5 hari atau plasmaferesis 5 kali selama 5-8 hari. #SOtinjauan

Terapi suportif dilakukan :
- utk mengurangi nyeri dgn karbamazepin dan gabapentin
- dengan latihan otot scr pasif, merubah posisi. #SOtinjauan

85% psn sembuh dalam 6-18 minggu, 5-15% gejala tidak hilang, angka keberulangan penyakit 3-5%. #SOtinjauan

Angka kematian < 5% disebabkan oleh distress pernapasan, sepsis,emboli paru, dan henti jantung. #SOtinjauan

Sumber: AAFP, Bahan kuliah Prof. Dr. dr. Bob Santoso, SpS (K), emedicine

Sumber : tweets from @secondopinionID

posted from Bloggeroid

10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit Indonesia

Data diambil dari Profil Kesehatan Indonesia 2010 Depkes tahun 2011
1: Diare (gastroenteritis) dgn CFR 1,79%
2: DBD (CFR: 0,55%)
3: Demam Tifoid dan Paratifoid (CFR: 0,67%)
4: Penyulit Kehamilan dan Persalinan (CFR: 0,68%)
5: Dispepsia (CFR: 0,67%)
6: Cedera daerah badan (CFR: 2,78%)
7: Hipertensi esensial (CFR: 4,81%)
8: Cedera Intrakranial (CFR: 5,29%)
9: Infeksi sal. Napas atas akut (CFR : 3,29%).
10: Pneumonia dgn Case Fatality Rate (CFR:7,6% )

Sumber : tweets from @secondopinionID

posted from Bloggeroid

Saturday, March 24, 2012

SIROSIS HEPATIS

Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati, diikuti proliferasi jaringan ikat, degenerasi dan regenerasi, sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati.

II.Etiologi & Klasifikasi

Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas :

A.Etiologi B.Morfologi C.Fungsional

Uraian : A.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik (e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid, hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH, metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi, infeksi seperti malaria. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous.

B. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1.mikronodular 2.makronodular 3.campuran Uraian : 1.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm, sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. 2. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi, mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. 3. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini.

C.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi, sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten,sirosis dini) dekompensasi (aktif, disertai kegagalan hati dan hipertensi portal)

1.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah, berat badan menurun, gembung, mual, dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas, muka dan lengan atas. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice, subfebris, sirkulasi hiperkenetik, danfoetor hepatik. Ensefalopati hepatik, bicara gagok/slurred speech, flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia, edema pretibial, gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. 2.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis, dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati.Bisa disebabkan satu faktor saja, misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi. Lokasi peningkatan resistensi bisa :

prehepatik, biasa kongenital, trombosis vena porta waktu lahir. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva, insufisiensi trikuspidal.

Gambaran klinis, pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi, yakni kegagalan hati, dan hipertensi portal. Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis, biokimia darah, histologi jaringan dan dibagi atas progresif, regresif, dan status quo (stasioner).

III.Patognesis:

Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) ,terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati .septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran , dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules ,sinusoid,retikulo endotel, terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen,septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati. Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut. Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut, timbul peradangan luas, nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati, yang masih baik. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati ,nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati.

IV.Manifestasi klinis

1. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). 2. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang, perasaan perut gembung, mual, kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun, pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris, spider nevy, vena kolateral pada dinding perut, ikterus, edema pretibial dan asites. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati, dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi, epistaksis, gangguan siklus haid, haid berhenti. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis, hematemesis dan melena, atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. Pada kasus lain, sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati, bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus.

V.Pemeriksaan Penunjang 1.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. Darah : bisa dijumpai HB rendah, anemia normokrom normositer, hipokrom normositer, hipokrom mikrositer, atau hipokrom makrositer. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT, SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan luasnya kerusakan parenkim hati. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase, ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. Pemeriksaan laboratorium bilirubin, transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. Bila terjadi kerusakan sel hati, kadar CHE akan turun, pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal, mempunyai prognosis yang jelek. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. Dalam hal ensefalopati, kadar Na 500-1000, mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. 2.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati, biasa hati membesar pada awal sirosis, bila hati mengecil artinya, prognosis kurang baik. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). Pada sirosis hati, konsistensi hati biasanya kenyal/firm, pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). b.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas, bahu, leher, dada, pinggang, caput medussae, dan tubuh bagian bawah. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris, ginekomastia, dan atrofi testis pada pria. Bisa juga dijumpai hemoroid.

Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil.serum (mu.mol/dl0 50 Alb.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus

Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus, tanda-tanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot, red whale marking, kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. Selain tanda tersebut, dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Yang dilihat pinggir hati, pembesaran, permukaan, homogenitas, asites, splenomegali, gambaran vena hepatika, vena porta, pelebaran saluran empedu/HBD, daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata, hepatoma/tumor, ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu, dll. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati, sel retikuloendotel dan limpa. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati, limpa, kelainan tumor hati, kista, filling defek. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal, seperti tumor atau kista hidatid. Juga dapat dilihat besar, bentuk dan homogenitas hati. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. Angiografi : angiografi selektif, selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta. Pada beberapa kasus, prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan), sel tumor, perdarahan dan eksudat, dilakukan pemeriksaan mikroskopis, kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein, amilase dan lipase.

VI.Komplikasi

Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif, maka gambaran klinis, prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1.Kegagalan hati (hepatoseluler) ; timbul spider nevi, eritema palmaris, atrofi testis, ginekomastia, ikterus, ensefalopati, dll. 2.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali, pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia, caput medusae, hemoroid, vena kolateral dinding perut. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : 3.Asites 4.Ensefalopati 5.Peritonitis bakterial spontan 6.Sindrom hepatorenal 7.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma)

VII. Pengobatan

Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. 1.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur, istirahat yang cukup, susunan diet TKTP, lemak secukupnya. Bila timbul ensefalopati, protein dikurangi. 2.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui, seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. Hemokromatosis, dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan), diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum, dan menambah ekskresi melalui urin. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites, diberikan diet rendah garam 0,5 g/hr dan total cairan 1,5 l/hr. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari,bila perlu dikombinasi dengan furosemid. b)Perdarahan varises esofagus. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. Pertama melakukan pemasangan NG tube, disamping melakukan aspirasi cairan lambung. Bila perdarahan banyak, tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb ,9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. Diberikan vasopresin 2 amp. 0,1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah siro endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. Bila tidak tersedia fasilitas diatas, untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia, aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises, dilakukan klisma, pemberian neomisin per oral. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i.v. amokisilin, aminoglikosida. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik, terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat, atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik, dicoba melakukan parasentesis abdominal dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava, sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal.

Sumber : http://ratihrochmat.wordpress.com/2008/06/27/sirosis-hepatis/

posted from Bloggeroid

Monday, February 20, 2012

Olahraga

Pernahkah Anda memperhatikan apa yg tjd pd seember air ketika ditinggalkan di luar utk beberapa mgg?
Air itu akan penuh nyamuk & tengik. Sdkt lbh lama lagi, lendir muncul di sktr tepi, bercampur mikroba, & bersama2 mencemari air.
Air yg sehat perlu memiliki sistem penyaringan, perlu bergerak. Gerakan adalah filter alami.
Gerakan dpt membersihkan, memperbaharui,& memberikan energi. #SOpublik

Hal serupa dgn air terjadi pula pd tubuh kita. Tepatnya dgn sistem kelenjar getah bening dan peredaran drh kita #SOpublik

Apabila kita termasuk org yg aktif, sistem limfatik & peredaran darah akan “membersihkan” badan kita #SOpublik

Aliran kel. Getah bening (limfe) & darah membuat tubuh lbh sehat & menyulitkan bakteri utk hidup & berkembang #SOpublik

Sistem limfatik tdk memiliki pompa internal,jd tanpa aktivitas tubuh aliran limfe akan melambat #SOpublik

Tanpa aktivitas tbh,sel2 yg mati, bakteri, dan racun2 akan memberi rasa tdk fit,mdh lelah,jg mempengaruhi mood #SOpublik

Sistem limfatik terdiri dr organ & jaringan yg memproduksi, menyimpan, dan transpor sel darah putih. #SOpublik

Sel darah putih berperan melawan infeksi & penyakkit #SOpublik

Aktivitas tubuh jg tingkatkan sirkulasi darah dlm tubuh. Sirkulasi yg baik,penting utk membawa pula makanan & oksigen #SOpublik

Aktivitas tubuh menurunkan level zat asam arakidonat. Asam arakidonat berperan dlm peradangan #SOpublik

Kelebihan gula darah dpt merusak pembuluh drh (spt pd psn diabetes),aktivitas tubuh menurunkan kadar gula darah. #SOpublik

Aktivitas tubuh dapat menaikkan kadar HDL kolesterol (kolesterol baik), menurunkan risiko penyakit jantung. #SOpublik

Aktivitas tubuh mengeluarkan endorfin, yg mempengaruhi mood, memberikan rasa bahagia & perasaan tenang #SOpublik

Keringat jg penting, didlmnya terkandung lisozim (enzim yg berperan melawan mikroba2 di permukaan kulit) #SOpublik

Cari waktu luang untuk berolahraga, lakukan secara konsisten, dan Anda akan memperoleh hasil yang lebih baik #SOpublik

Sebelum mulai berolahraga, lakukan pemanasan dengan stretching atau berjalan #SOpublik

Apabila Anda memiliki riwayat cedera atau kondisi medis, sebaiknya temui dokter sblm memilih program olahraga #SOpublik

Cari cara “insidental” agar tetap aktif! Contohnya: Naik turun eskalator drpd hanya berdiri diam #SOpublik

Aktivitas insidental lain utk tetap aktif: pilih tangga drpd naik lift,& parkir kendaraan lbh jauh. #SOpublik

Olahraga teratur dianjurkan 3-5 kali/mgg, @1/2-1 jam, dgn denyut nadi 60-80% nadi maksimum #SOpublik

Rumus denyut nadi maksimum adl 220 dikurangi umur dalam tahun. 
Contoh : usia 24th. Nadi maksimum (220-24) = 196. Jd ktk berolahraga denyut nadi diharapkan 60-80% (196)=117-156 #SOpublik

cara memeriksa denyut nadi :) courtesy of: adams http://t.co/s4drS98N

mdh berkeringatnya ssorg berhbgn dgn tingkat metabolisme tbhnya,bila laju metabolismenya rendah,keringat tdk byk diproduksi. Bila laju metabolisme tinggi, keringat akan lbh byk.. Berolahraga dpt tingkatkan laju metabolisme dasar.

gula pd gula aren tdd sukrosa, yg pd akhirnya dipecah mjd glukosa.. Tidak terlalu berbeda dgn gula putih

Sumber : Karen Fischer’s Healthy Diet, sportsmedicine, mayoclinic, Healthwise.

Sumber : tweets from @secondopinionID

Published with Blogger-droid v2.0.4

Ketombe

Ketombe (dandruff/pityriasis sicca) adl penyakit yg tetap ada selama berabad2, meski tersedia bbg pilihan terapi. #SOpublik

Sekitar  2-5% populasi mengalami ketombe, terutama laki-laki, usia remaja, & usia >50 tahun. #SOpublik

Pada dasarnya ketombe adl lepasnya sel kulit mati (skuama) secara berlebihan. #SOpublik

Normalnya sktr 487.000 sel kulit/cm2 lepas stlh keramas; pd ketombe & dermatitis seboroik tdpt 800.000 sel/cm2. #SOpublik

Dari pemeriksaan, ketombe t'lihat sbg skuama/sel kulit mati yg b'minyak, keputihan, dg peradangan yg tidak signifikan. #SOpublik

Bla ringan, ketombe akan terlihat seperti pada gambar. Courtesy of healthmango. #SOpublik http://t.co/iUsjCNhv

Pada bentuk yg berat (dermatitis seboroik), kulit kepala mengalami peradangan sehingga tampak kemerahan. #SOpublik

Nah, dermatitis seboroik spt ini gambarannya pd kulit kepala. Courtesy of Fitzpatrick atlas of dermatology. http://t.co/izKGKoy1

Ketombe biasanya tidak bergejala atau gatal ringan, keluhan terutama disebabkan masalah penampilan. #SOpublik

Keluhan ketombe dapat terasa lebih berat, terutama bila sedang lelah, stres, atau cuaca dingin. #SOpublik

Beberapa faktor penyebab ketombe: adanya sebum/minyak, jamur Malassezia, enzim lipase, imunitas, & stres. #SOpublik

Kulit kepala yg berminyak adl salah satu penyebab ketombe. #SOpublik

Tapi, bukan banyaknya minyak yg menentukan keparahan, melainkan tingginya komposisi asam lemak yg mengiritasi. #SOpublik

Enzim lipase memecah lemak mjd asam lemak/asam arakidonat yg menyebabkan iritasi atau peradangan kulit. #SOpublik

Jamur Malassezia jg diidentifikasi sbg penyebab ketombe. Jika jumlahnya menurun, gejela akan membaik. #SOpublik

Penggunaan berbagai produk rambut atau terlalu sering menggunakan shampo juga dapat menyebabkan ketombe. #SOpublik

Sebagian besar kasus tdk perlu ke dokter, tapi jika sudah bbrp minggu dgn shampo antiketombe tdk ada perbaikan sbaiknya ke dokter. #SOpublik

Prinsip pengobatan ketombe sesuai penyebabnya:
1)menghambat pembelahan sel, 2)antiperadangan,
3)antijamur. #SOpublik

Selenium & zinc pyrithione menghambat pembelahan sel yg berlebihan & antimikroba. Zat ini yg sering ada di shampo. #SOpublik

Antijamur biasanya dlm bentuk shampo. Obat antijamur yg diminum dpt diberikan o/ dokter utk kasus yg tdk respon. #SOpublik

Jika kulit kepala sangat meradang, dokter dpt meresepkan lotion dgn zat aktif antiperadangan. #SOpublik

Jangan sepelekan gejala ketombe yg ringan karena masalah psikologis lebih besar dibandingkan masalah medis. #SOpublik

Dokter umum dpt menangani. Jika ditemukan kondisi penyakit lain yg berat dpt dirujuk ke dokter kulit. Ketombe tdk menular :)

ketombe tdk sampai menyebabkan rambut rontok. Jika terjadi kerontokan mungkin krn sebab lain

memakai shampo terlalu sering dpt mengiritasi kulit kepala & menyebabkan ketombe :)

Ref: manual of derm therapy, Fitzpatrick dermatology, Buku ajar ilmu peny kulit & kelamin FKUI, Andrews’  diseases of the skin, Habif derm.

Sumber : tweets from @secondopinionID

Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, February 19, 2012

Buang Air Besar (BAB)


BAB dikenal dlm istilah medis sbg defekasi. Defekasi normal apabila frekuensinya antara 3x sehari sampai 1x dlm 3 hari #SOpublik

Ada yang berpendapat bahwa defekasi adl tindakan yg jorok. Namun, perlu diketahui bhw proses ini sgt penting u/ kesehatan! #SOpublik

BAB berguna u/ membuang sisa metabolisme makanan yg jika tidak dibuang, akan berbahaya bg kesehatan #SOpublik

Seorang yang mempunyai kebiasaan teratur akan merasa kebutuhan defekasi kira-kira pada waktu yang sama setiap hari #SOpublik

Hal ini disebabkan oleh refleks gastro-kolika yang biasanya bekerja sesudah makan pagi #SOpublik

Setelah makanan msk lambung dan pencernaan dimulai, maka peristaltik di dalam usus terangsang, merambat ke usus besar #SOpublik

Sisa makanan dari hari kemarin, yang ketika malam hari sudah mencapai sekum (ujung usus besar), mulai bergerak ke rektum.
Hebatnya anus adl dapat mengenali konsistensi zat yg ingin dikeluarkan (padat,cair atau hanya gas) shg kita dapat mengontrolnya #SOpublik

Posisi saat defekasi juga menentukan lancarnya proses ini. Dikenal ada dua jenis: duduk dan jongkok  #SOpublik

Posisi duduk memberi kenyamanan dan privasi yg lebih baik shg umum ditemukan pd negara maju #SOpublik

Posisi jongkok dikatakan merupakan posisi natural dan memberikan sudut anorektal yg lebih luas shg feses lbh mudah dikeluarkan #SOpublik

Sikirov D (2004) membandingkan tenaga mengedan antara posisi duduk dan jongkok pada 28 orang sehat #SOpublik

Hasilnya: sensasi pengosongan feses pd posisi duduk membutuhkan tenaga mengedan lebih banyak dibandingkan dgn posisi jongkok #SOpublik

Shg disarankan pd pasien dgn riwayat serangan jantung utk menghindari posisi duduk krn mengedan yg berlebihan dpt berbahaya #SOpublik

Mengedan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko hemoroid atau wasir #SOpublik

Sumber: Springerlink.com (Sikirov), www.slate.com/id/2264657/,digestive.niddk.nih.gov, dr-suparyanto.blogspot.com

Sumber : tweets from @secondopinionID

Published with Blogger-droid v2.0.4

Pneumonia Komuniti

Penyakit  infeksi saluran napas bawah menempati urutan kedua penyebab kematian di Indonesia -SKRT Depkes- #SOtinjauan

Pneumonia didefinisikan sbg suatu peradangan paru yg disebabkan o/ mikroorganisme (bakteri,virus,jamur,parasit) #SOtinjauan

Pneumonia yg disebabkan oleh Mycobaterium tuberculosis tidak termasuk Pneumonia karena disebut Tuberkulosis #SOkamus

Peradangan paru yg disebabkan o/ Non-mikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik, obat-obatan) disebut Pneumonitis #SOkamus

Bgmn sih Pneumonia (Radang Paru) dpt terjadi?
Dlm keadaan sehat, tdpt mekanisme pertahanan paru sehingga tidak terjadi pertumbuhan mikroorganisme di paru.
Bila tjd ketdkseimbangan antara daya tahan tubuh, mikroorganisme & lingkungan, maka mikroorganisme berkembang biak -> Penyakit #SOtinjauan

Tdpt bbrp cara mikroorganisme mncapai saluran napas:
1 Inokulasi lgsg,
2 Penyebaran melalui pembuluh darah
3 Inhalasi bahan aerosol
4 Kolonisasi di permukaan mukosa #SOtinjauan

Bakteri ukuran 0,5-2,0 mikrometer di udara dpt mencapai bronkus terminal atau alveoli dan selanjutnya tjd proses infeksi #SOtinjauan

Klasifikasi Pneumonia berdasarkan klinis dan epidemiologis adlh
1. Pneumonia Komuniti (CAP), 2.Pneumonia Nosokomial (HAP)
3. Pneumonia aspirasi,
4.Pneumonia pd penderita Immunokompromais #SOtinjauan

Klasifikasi bdsrkan penyebab: Pneumonia bakterial/ tipikal, Pneumonia atipikal, Pneumonia virus, Pneumonia Jamur #SOtinjauan

Yg tmsk Bakteri Atipikal itu Mycoplasma, legionella, Chlamydia #SOtinjauan

Berdsrkan predileksi infeksi pneumonia lobaris, bronkopneumonia, pneumonia interstisial #SOtinjauan

Anamnesis Pneumonia: demam, mengigil, suhu tubuh tinggi dpt > 40o C, sesak napas dan nyeri dada,batuk dgn dahak mukoid atau purulen kadang-kadang disertai dgn darah, dll #SOtinjauan

PF Pneumonia: bagian yg sakit tertinggal waktu bernapas, fremitus mengeras, perkusi redup,  suara nafas bronkovesikuler-bronkial yg dpt disertai ronki basah halus, dll. #SOtinjauan

Pemeriksaan penunjang yg biasanya digunakan pada pasien curiga pneumonia adlh Radiologis dan Laboratorium #SOtinjauan

Pemeriksaan Radiologis berupa foto toraks PA/ lateral mrpkn penunjang utama utk menegakkan diagnosis Pneumonia #SOtinjauan

Utk menentukan diagnosis etiologi diperlukan pemeriksaan dahak, kultur darah, dan serologi. #SOtinjauan

Laboratorium:
*Leukositosis > 10.000/ uL kadang sampai 30.000/ uL. Shift to the left pd hitung jenis, peningkatan.
*AGD dpt menunjukkan hipoksemia dan hipokarbia, dan pada stadium lanjut dpt tjd asidosis metabolik #SOtinjauan

Pneumonia Komuniti adlh pneumonia yg didpt di masyarakat. #SOtinjauan

Pneumonia Komuniti yg diderita oleh masyarakat luar negeri bnyk disebabkan oleh bakteri gram positif #SOtinjauan

Sedangkan Pneumonia Rumah Sakit (Pneumonia Nosokomial/ HAP) bnyk disebabkan bakteri gram negatif #SOtinjauan

Bdsrkan laporan dr bbrp kota di Indonesia menunjukkan bakteri yg ditemukan dr pemeriksaan dahak CAP adlh bakteri gram negatif #SOtinjauan

Laporan di 5 center Paru di Indonesia: Klebsiella pneumonia 45,18%, Streptococcus pneumonia 14,04%, Streptococcus viridans 9,21% #SOtinjauan

Penilaian derajat keparahan pneumonia Komuniti dgn menggunakan sistem Skor PORT (patient outcome research team)
#SOtinjauan http://t.co/dWW59PP6

Sdh dihitung? Kl sdh, kita bs menentukan pasien yg hrs dirawat inap dg indikasi, sbb #SOtinjauan http://t.co/shha9af3

Berikut adlh kriteria Pneumonia berat mnrt ATS yg memerlukan perawatan intensif http://t.co/owt7DfZz

Bila tdpt setdknya 1 dr 2 gejala mayor tertentu (merah) atau 2 dari 3 gejala minor tertentu (merah)--> perawatan ICU! #SOtinjauan

Pd pneumonia selain ditemukan bakteri penyebab yg tipik, sering pula dijumpai bakteri atipik.

perbedaan Pneumonia atipik dan tipik scr klinis.  http://t.co/N1iLpHeq

Tatalaksanaa utk penderita rawat jalan
*Pengobatan simptomatik: bed rest, minum secukupnya utk mengatasi dehidrasi, antipiretik & kompres hangat bila panas tinggi.
*Bila perlu dpt diberikan mukolitik dan ekspektoran. Pemberian antibiotik hrs diberikan kurang dr 8 jam #SOtinjauan

Petunjuk terapi empiris menurut PDPI pd pasien Pneumonia Komuniti http://t.co/YQy8jh84

alur tatalaksana Pneumonia Komuniti   http://t.co/dGJuswhO

Mencegah lbh baik dr mengobati! Pola hidup sehat tmsk tdk merokok & Vaksinasi pd risiko tinggi dpt mencegah Pneumonia Komuniti #SOtinjauan

Sumber: WHO, CIM: Pneumonia Komuniti PDPI, Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Pneumonia Komuniti PDPI, IDSA, ATS, SKRT, eMedicine

Sumber : tweets from @secondopinionID

Published with Blogger-droid v2.0.4